Artikel Pesepakbola Bertalenta

Jumat, 24 Maret 2017

Benteng Tangguh Dari Slovenia: Jan Oblak

Benteng Tangguh dari Slovenia

Jan Oblak adalah pesepakbola profesional berusia 24 tahun asal Slovenia yang berposisi sebagai penjaga gawang di klub LaLiga Atletico Madrid dan Tim Nasional Slovenia.

Lahir di Skofja Loka, Oblak mulai bermain sepakbola sejak berusia 5 tahun untuk tim kampung halamannya Ločan. Kemudian saat usianya 10 tahun, Oblak bergabung ke Olimpija Ljubljana hingga bermain di tim senior dan melakukan debut profesionalnya di usia 16 tahun di musim 2009-2010. Oblak hanya absen 3 kali di liga dan membantu Olimpija Ljubljana finis di peringkat 4 klasemen.
Oblak  saat masih membela Olimpoja Ljubljana

Pada Juni 2014, Oblak pindah ke klub Portugal Benfica. Di musim pertamanya ia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain dan baru melakoni debut pada tahun 2012. Setelah performa Artur penjaga gawang utama Benfica menurun barulah Oblak mulai menjadi pilihan. Ia berhasil mengantungi beberapa cleansheet termasuk saat melawan FC Porto dan Juventus. Performanya membuat ia mendapatkan penghargaan penjaga gawang terbaik di liga Portugal tahun 2014 karena hanya kebobolan 3 kali dari 13 pertandingan yang dijalaninya.
Oblak saat masih membela Benfica

Kemudian musim berikutnya, Atletico Madrid telah mencapai kesepakatan dengan Benfica untuk transfer Oblak seharga €16 juta yang membuatnya menjadi penjaga gawang termahal kedelapan di dunia dan yang termahal di LaLiga. Oblak didatangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Thibaut Courtois yang dipulangkan oleh klub induknya Chelsea. Oblak melakoni debutnya  bersama Atleti saat ditumbangkan Olimpiakos di Liga Champions. Oblak pun membantu Atleti tampil di final Liga Champions musim lalu menghadapi rival sekota Real Madrid. Namun sayang Atleti kalah lewat adu penalty setelah bermain imbang 1-1. Namun terlepas dari kegagalannya membawa Atleti juara Liga Champions, di musim tersebut Oblak telah menorehkan 24 cleansheet dari total 38 pertandingan dan hanya kobobolan 18 kali. Sebuah capaian luar biasa tersebut membuatnya diganjar penghargaan Ricardo Zamora Trophy untuk penjaga gawang terbaik. Musim ini pun Oblak tetap tampil konsisten. Aksi sensasional terbarunya adalah saat Oblak melakukan triple save di laga Liga Champions menghadapi Bayer Leverkusen yang berakhir dengan skor kacamata. Hasil tersebut membawa Atleti lolos ke 8 besar setelah unggul agregat 4-2. Sejauh ini Oblak sudah mencatatkan 9 cleansheet dari total 20 pertandingan.

Di Tim Nasional, Oblak memulai debut seniornya pada September 2012 di usianya yang masih 19 tahun saat Slovenia kalah 1-2 dari Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Oblak mulai menjadi penjaga gawang utama Slovenia setelah seniornya yang juga tak kalah hebat Samir Handanovic pensiun dari timnas pada akhir tahun 2015. Total Oblak mengantungi 12 caps bersama Tim Nasional Slovenia.
Oblak di Tim Nasional Slovenia

Oblak adalah penjaga gawang yang memiliki reflek yang luar biasa, konsentrasi yang tinggi, dan mahir dalam menyelamatkan tendangan jarak dekat. Saat melakukan triple save menghadapi Leverkusen pun ketiga tendangan tersebut berasal dari jarak dekat. Sekali dari Kevin Kampl dan 2 kali dari Karim Bellarabi. Namun akurasi Oblak dalam melakukan long pass tidak cukup bagus. Rata-rata akurasi passingnya hanya 54%.

Namun bagaimanapun Oblak adalah benteng terakhir pertahanan yang tangguh yang memberi kenyamanan bagi rekan-rekannya di lini pertahanan. Baik di Atletico Madrid maupun di Tim Nasional Slovenia.


0 komentar:

Posting Komentar