![]() |
| Benteng Tangguh dari Slovenia |
Jan
Oblak adalah pesepakbola profesional berusia 24 tahun asal Slovenia yang
berposisi sebagai penjaga gawang di klub LaLiga Atletico Madrid dan Tim
Nasional Slovenia.
Lahir di Skofja Loka, Oblak mulai bermain sepakbola sejak berusia
5 tahun untuk tim kampung halamannya Ločan. Kemudian saat usianya 10 tahun,
Oblak bergabung ke Olimpija Ljubljana hingga bermain di tim senior dan
melakukan debut profesionalnya di usia 16 tahun di musim 2009-2010. Oblak hanya
absen 3 kali di liga dan membantu Olimpija Ljubljana finis di peringkat 4
klasemen.
![]() |
| Oblak saat masih membela Olimpoja Ljubljana |
Pada Juni 2014, Oblak pindah ke klub Portugal Benfica. Di musim
pertamanya ia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain dan baru melakoni debut
pada tahun 2012. Setelah performa Artur penjaga gawang utama Benfica menurun
barulah Oblak mulai menjadi pilihan. Ia berhasil mengantungi beberapa cleansheet termasuk saat melawan FC
Porto dan Juventus. Performanya membuat ia mendapatkan penghargaan penjaga
gawang terbaik di liga Portugal tahun 2014 karena hanya kebobolan 3 kali dari
13 pertandingan yang dijalaninya.
![]() |
| Oblak saat masih membela Benfica |
Kemudian musim berikutnya, Atletico Madrid
telah mencapai kesepakatan dengan Benfica untuk transfer Oblak seharga €16 juta
yang membuatnya menjadi penjaga gawang termahal kedelapan di dunia dan yang
termahal di LaLiga. Oblak didatangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan
Thibaut Courtois yang dipulangkan oleh klub induknya Chelsea. Oblak melakoni
debutnya bersama Atleti saat
ditumbangkan Olimpiakos di Liga Champions. Oblak pun membantu Atleti tampil di
final Liga Champions musim lalu menghadapi rival sekota Real Madrid. Namun sayang
Atleti kalah lewat adu penalty setelah bermain imbang 1-1. Namun terlepas dari
kegagalannya membawa Atleti juara Liga Champions, di musim tersebut Oblak telah
menorehkan 24 cleansheet dari total
38 pertandingan dan hanya kobobolan 18 kali. Sebuah capaian luar biasa tersebut
membuatnya diganjar penghargaan Ricardo Zamora Trophy untuk penjaga gawang
terbaik. Musim ini pun Oblak tetap tampil konsisten. Aksi sensasional terbarunya
adalah saat Oblak melakukan triple save
di laga Liga Champions menghadapi Bayer Leverkusen yang berakhir dengan skor
kacamata. Hasil tersebut membawa Atleti lolos ke 8 besar setelah unggul agregat
4-2. Sejauh ini Oblak sudah mencatatkan 9 cleansheet
dari total 20 pertandingan.
Di Tim Nasional, Oblak memulai debut seniornya pada
September 2012 di usianya yang masih 19 tahun saat Slovenia kalah 1-2 dari
Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Oblak mulai menjadi penjaga gawang
utama Slovenia setelah seniornya yang juga tak kalah hebat Samir Handanovic pensiun
dari timnas pada akhir tahun 2015. Total Oblak mengantungi 12 caps bersama Tim Nasional Slovenia.
![]() |
| Oblak di Tim Nasional Slovenia |
Oblak
adalah penjaga gawang yang memiliki reflek yang luar biasa, konsentrasi yang
tinggi, dan mahir dalam menyelamatkan tendangan jarak dekat. Saat melakukan triple save menghadapi Leverkusen pun
ketiga tendangan tersebut berasal dari jarak dekat. Sekali dari Kevin Kampl dan
2 kali dari Karim Bellarabi. Namun akurasi Oblak dalam melakukan long pass tidak cukup bagus. Rata-rata
akurasi passingnya hanya 54%.
Namun bagaimanapun Oblak adalah benteng terakhir
pertahanan yang tangguh yang memberi kenyamanan bagi rekan-rekannya di lini
pertahanan. Baik di Atletico Madrid maupun di Tim Nasional Slovenia.










0 komentar:
Posting Komentar