Artikel Pesepakbola Bertalenta

Senin, 17 April 2017

Alexandre Lacazette, Penyerang Andalan Olympique Lyon

Alexandre Lacazette penyerang andalan Olympique Lyon

Alexandre Lacazette adalah pesepakbola profesional berusia 23 tahun yang berposisi sebagai Striker atau Penyerang di klub Perancis Olympique Lyon dan Tim Nasional Perancis

Lahir di Lyon, Lacazette sudah membela klub kampung halamannya itu sejak usia belia. Ia memperkuat tim U-18 Lyon sejak musim 2007-2008 di turnamen Championnat National. 3 musim memperkuat Lyon muda, Lacazette sukses mencetak total 17 gol. Ia pun berhasil promosi ke tim senior Lyon pada pertengahan musim 2009-2010. Manajer Lyon saat itu Claude Puel menyertakannya ke skuad sebagai pemain cadangan saat menghadapi Montpellier. 3 hari kemudian, Lacazette membuat debut profesionalnya  saat menghadapi Auxerre. Ia pun akhirnya diberi kontrak profesional berdurasi 3 tahun.

Setelah berhasil menjadi juara Eropa bersama Tim Nasional perancis U19, pada musim 2010-2011 Lacazette mulai diperhitungkan di tim utama Lyon. Ia berhasil mencetak gol profesionalnya pertamanya saat Lyon berhadapan dengan Sochaux di Ligue 1. 3 hari kemudian, Lacazette memainkan laga debutnya di Liga Champions saat Lyon menghadapi Benfica, Ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memberikan assist untuk gol yang dicetak Yoan Gourcuff.

Di musim 2014-2015, performa Lacazette terus berkembang bersama Lyon di. Setelah memperpanjang kontrak berdurasi dua tahun pada September 2014, Lacazette mencetak hattrick pertamanya saat mengalahkan Lille 3-0. Kemudian ia memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak Lyon dalam satu musim dengan torehan 26 golnya. Lacazette menyelesaikan musim 2014-2015 dengan mencetak 27 gol di liga dan sekaligus menjadikannya pencetak gol terbanyak Ligue 1 musim tersebut. Selain menjadi top skor, Ia melengkapi musim luar biasanya dengan terpilih menjadi Pemain Terbaik Ligue 1 musim 2014-2015.
Lacazette saat meraih gelar Pemain Terbaik Ligue 1 2014-2015

Setelah menyelesaikan musim yang sensasional, klub Liga Inggris Arsenal tertarik untuk merekrut Lacazette. Namun ia lebih memilih kembali memperpanjang kontraknya bersama Lyon hingga 2019.

Musim ini, Lacazette juga mengukir rekor baru. Dua golnya ke gawang Toulouse pada Oktober 2016 merupakan golnya yang ke 101 bagi Lyon dan membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak keempat Lyon sepanjang sejarah mengalahkan rekor Juninho yang menorehkan 100 gol. Musim ini Lyon sebenarnya berpartisipasi di Liga Champions, namun mereka hanya finis di peringkat tiga grup H dibawah Juventus dan Sevilla yang membuat Lyon turun level ke Europa League.

Lacazette ramai diberitakan akan hengkang pada akhir musim, klub-klub seperti Arsenal, AS Roma dan Liverpool kembali memonitor situasi Lacazette di Lyon. Kabar tersebut diperjelas dengan pernyataan Presiden klub Jean-Michel Aulas, “Lacazette dan Tolisso akan bertahan jika Lyon berhasil memenangi Europa League.” ujar Sang Presiden. Jadi sudah pasti jika Lyon gagal menjuarai Europa League, Lacazette akan meninggalkan klub. Tetapi jika dilihat dari performa tim dan materi pemain, Lyon memiliki peluang  besar untuk menjuarai Europa League. Saat ini mereka sudah mencapai babak 8 besar Setelah sukses menyingkirkan tim unggulan AS Roma di babak 16 besar. Mungkin di babak ini saingan terberat Lyon hanya Manchester United dan Ajax Amsterdam. Hingga saat ini bersama Lyon, Lacazette total telah menggelontorkan 121 gol dari 266 pertandingan bersama Lyon di semua kompetisi.
Selebrasi unik Lacazette saat membawa Lyon menyingkirkan Roma

Di Tim Nasional, Lacazette sudah pernah membela Perancis di hampir semua kategori usia. Salahsatunya adalah ketika ia membawa Perancis U19 menjadi juara di Euro U19 tahun 2010. Lacazette mencetak gol kemenangan di final menghadapi Spanyol. Di Tim Nasional Senior, Ia dipanggil pelatih Didier Deschamps untuk pertama kalinya pada Mei 2013 menggantikian posisi Jeremy Menez yang cedera. Lacazette baru melakoni debutnya pada Juni 2013 menggantikan Olivier Giroud saat Perancis dikalahkan Uruguay. Kemudian mencetak gol perdana pada Maret 2015 saat mengalahkan Denmark 2-0. Lacazette tidak terlalu banyak tampil di Tim Nasional Senior mengingat melimpahnya stok penyerang hebat Perancis yang lebih berpengalaman seperti Olivier Giroud, Andre-Pierre Gignac, dan Karim Benzema (tidak pernah lagi dipanggil setelah berkonflik dengan Didier Deschamps). Lacazette hanya memiliki 10 caps bersama Tim Nasional Senior.

Lacazette saat mencetak gol debut internasional menghadapi Denmark
Lacazette adalah penyerang bertipe Fox In The Box (berbahaya jika berada di dalam kotak penalti lawan), mempunyai mobilitas tinggi, dan penyelesaian akhir yang sangat baik, Ia bisa menyelesaikan peluang yang terbilng sulit seperti mencetak gol voli dan tendangan jarak jauh serta dalam situasi one on one dengan kiper lawan. Ia juga memiliki kedua kaki yang sama baiknya, tentu itu adalah keahlian yang diperlukan setiap penyerang di era sepakbola modern saat ini. Kecepatannya juga bisa diandalkan untuk merusak organisasi pertahanan lawan ataupun saat melakukan serangan balik. Namun Lacazette memiliki kelemahan dalam duel bola udara. Dengan tinggi badan 175 cm, cukup sulit bagi Lacazette untuk berduel dengan bek-bek yang berbadan tinggi besar.

Sepertinya peluang Lacazette untuk menjadi andalan di Tim Nasional Perancis tinggal menunggu waktu saja mengingat para penyerang andalan Perancis saat ini sudah memasuki usia kepala tiga. Dan patut ditunggu apakah Ia akan bertahan di Lyon atau hijrah ke klub lain.


0 komentar:

Posting Komentar