Artikel Pesepakbola Bertalenta

Jumat, 14 April 2017

Gelandang Dinamis Inter Milan, Roberto Gagliardini

Roberto Gagliardini Gelandang Dinamis Inter Milan

Roberto Gagliardini adalah pesepakbola profesional berusia 24 tahun yang berposisi sebagai Central Midfielder atau Gelandang Tengah di klub Serie A Internazionale Milan dan Tim Nasional Italia

Lahir di Bergamo, Gagliardini mengawali karir sepakbolanya di klub kampung halamannya Atalanta sejak tahun 2001. Ia mulai bermain di tim muda, tim reserve atau lapis kedua, hingga akhirnya promosi ke tim utama pada musim 2013-2014. Gagliardini membuat debut profesionalnya pada Desember 2013 saat Atalanta mengalahkan Sassuolo di Coppa Italia. Saat di Atalanta, Gagliardini lebih banyak dipinjamkan ke klub-klub  Serie B.

Pada Januari 2014, Gagliardini dipinjamkan ke Cesena untuk mendapat jam terbang lebih. Ia mencetak gol peradnanya sebagai pemain profesional saat menghadapi Varese. Selama masa pinjaman di Cesena, Gagliardini tampil sebanyak 19 kali dan berhasil membantu Cesena promosi ke Serie A. Musim selanjutnya Ia kembali dipinjamkan ke Spezia lalu ke Vicenza dan total telah bermain di 30 pertandingan di kedua klub tersebut.
Gagliadini saat masa peminjaman di Cesena

Pada Mei 2016 setelah kembali dari masa peminjaman, Gagliardini akhirnya membuat debut di Serie A saat menang di kandang Genoa 2-1. Ia mulai menjadi pilihan utama lini tengah Atalanta saat ditangani oleh Gianpiero Gasperini di awal musim 2016-2017. Gagliardini menjadi pemain vital di Atalanta bersama Mattia Caldara dan Franck Kessie hingga membuat Atalanta menjadi tim yang cukup diperhitungkan di Serie A. Namun performa menakjubkan yang ditampilkan Gagliardini menimbulkan ketertarikan dari Internazionale Milan yang serius ingin mendatangkannya ke Giuseppe Meazza.
Gagliardini saat masih membela Atalanta

Akhirnya pada Januari 2017, Internazionale Milan resmi mengumumkan kepindahan Gagliardini dengan status pinjaman, dan Inter baru bisa mempermanenkan Gagliardini pada musim panas 2018 dengan biaya transfer sebesar €20 juta. Gagliardini menandatangani kontrak selama 5 musim dan menggunakan nomor punggung 5 peninggalan Felipe Melo yang hengkang ke Palmeiras. Ia membuat debutnya bersama Inter saat berhadapan dengan Chievo di Giuseppe Meazza dan bermain 90 menit di laga tersebut. Gagliardini langsung menjadi pilihan utama manajer Inter Stefano Pioli di lini tengah Inter berduet dengan Geoffrey Kondogbia ataupun Marcelo Brozovic yang bergantian mendampinginya sebagai gelandang jangkar. Sejauh ini ia telah bermain di 10 laga bersama Inter di semua kompetisi.

Di Tim Nasional Italia, pada November 2016 Gagliardini mendapat panggilaan untuk pertama kalinya ke skuad senior untuk laga menghadapi Liechtenstein dan Jerman. Namun ia belum diberi kepercayaan bermain oleh pelatih Gianpiero Ventura di dua laga tersebut. Namun setelah tampil bagus bersama Inter, pada Maret 2017 Ia akhirnya dipercaya oleh Ventura untuk membuat debutnya di Tim Senior saat menghadapi Belanda. Di laga itu ia masuk menggantikan De Rossi yang cedera di menit 37 dan berhasil membantu Italia menang 2-1. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi satu-satunya caps Gagliardini bersama Tim Nasional Italia. Tentunya masih bisa terus bertambah jika performanya konsisten.
Gagliardini saat melakoni debutnya bersama Italia

Gagliardini adalah Gelandang bertipe Box-To-Box yang biasa bermain di formasi 4-2-3-1 sebagai salahsatu dari dua gelandang jangkar di formasi tersebut. Di Atalanta Ia memainkannya bersama Franck Kessie sedangkan di Inter Ia bertandem dengan Kondogbia. Gagliardini adalah gelandang yang dinamis, selalu bergerak dan memiliki stamina yang sangat baik untuk berebut bola di lini tengah. Selain itu juga ia enerjik, agresif, tangguh, dan pekerja keras. Ia adalah penerima bola dari Bek untuk kemudian disalurkan ke depan guna membangun serangan. Selain sebagai penyalur, Gagliardini pun seringkali melakukan sprint melebar ke sisi lapangan untuk melakukan shooting ataupun crossing. Ditambah dengan posturnya yang bertinggi 188 cm, ia cukup handal dalam duel bola udara dan melakukan intersep ataupun blok. Kemampuan passingnya pun cukup baik, presentasinya adalah 84% passing akurat per pertandingan. Namun sayang Gagliardini kurang memiliki kreatifitas dalam memulai serangan. Ia seringkali terlalu lama dalam menguasai bola hingga akhirnya direbut oleh lawan dan membahayakan lini pertahanan.

Jika Ia bisa terus konsisten dan meningkatkan kemampuannya, sudah pasti Gagliardini akan menjadi pemain yang sangat penting bagi timnya dan Italia di masa depan.


0 komentar:

Posting Komentar