![]() |
| Christian Eriksen harapan baru sepakbola Denmark |
Christian
Dannemann Eriksen adalah pesepakbola profesional berusia 25 tahun asal Denmark yang
berposisi sebagai Gelandang Serang di klub Inggris Tottenham Hotspur dan Tim
Nasional Denmark.
Eriksen mulain
bermain sepakbola di tim kampung halamannya Middlefart saat masih berusia 3
tahun. Lalu di usia 13 tahun, ia pindah ke Odense Boldklub yang berkompetisi di
Liga Junior Denmark. Eriksen membawa timnya tersebut sampai ke semifinal
sebelum akhirnya dikalahkan Brøndby IF. Tapi kemudian ia dinobatkan sebagai
“Best Technical Player” di turnamen tersebut. Di tahun berikutnya Eriksen
sukses membantu Odense Boldklub menjuarai turnamen tersebut. Bakatnya mulai
tercium oleh beberapa klub besar di Eropa. Eriksen pun tercatat pernah
melakukan trial di Barcelona,
Chelsea, Real Madrid, Manchester United, dan AC Milan.
Setelah
menjalani trial bersama beberapa klub
tersebut, pada 2008 akhirnya Eriksen lebih memilih untuk bergabung dengan klub
Eredivisie Ajax Amsterdam dengan kontrak dua setengah musim sebesar €1 juta. Ia
memilih Ajax karena tidak ingin cepat-cepat bermain di klub yang lebih besar
dan berpikir bahwa Eredivisie bagus untuk perkembangannya. Memulai karirnya di
tim muda, Eriksen kemudian promosi ke tim utama pada Januari 2010. Sebulan
kemudian, ia melakoni debutnya bersama tim utama saat Ajax menghadapi NAC Breda
di Eredivisie. Pelatih Ajax saat itu Martin Jol menyejajarkan kualitas Eriksen
dengan para seniornya yang juga lulusan tim muda Ajax yaitu Wesley Sneijder dan
Rafael van der Vaart dan mengatakan bahwa Eriksen adalah pembaca permainan yang
bagus dalam peran “Nomor 10” seperti kedua seniornya tersebut dan juga Legenda
Denmark Michael Laudrup, yang juga pernah bermain untuk Ajax. Legenda Ajax dan
Sepakbola Johan Cruyff pun memberikan pujian terhadap Eriksen, ”Ia adalah
pemain yang saya kagumi sepenuh hati.” Eriksen memperkuat Ajax selama 5 musim.
Gelar yang didapatnya selama di Ajax adalah 4 Piala Eredivisie yang 3
diantaranya diraih secara berturut-turut, 1 gelar Piala Belanda, dan 1 Piala
Super Belanda. Eriksen juga meraih penghargaan individu diantaranya Marco Van Basten Award (Pemain Muda
Terbaik Ajax) dan Pemain Muda Terbaik Liga Belanda yang keaduanya diraih pada
2011. Eriksen total sudah tampil 162 kali bersama Ajax di semua kompetisi.
![]() |
| Eriksen saat masih membela Ajax Amsterdam |
Pada Agustus
2013, Tottenham Hotspur yang sedang diguyur dana besar dari hasil penjualan
Gareth Bale mengumumkan bahwa mereka telah meyelesaikan transfer Eriksen dari
Ajax dengan dana yang dipercaya sebesar £11 juta.
Eriksen bergabung dengan Tottenham bersamaan dengan Erik Lamela dari AS Roma
dan Vlad Chiriches dari Steaua Bucuresti. Tottenham mendatangkan 3 pemain
tersebut dengan total dana £109.5 juta. Eriksen memulai debutnya untuk
Tottenham saat berjumpa Norwich City dan di laga tersebut ia langsung
menyumbangkan 1 assist untuk Gylfi
Sigurðsson. Ia pun langsung menuai pujian dari pelatih André Villas-Boas dan
langsung menjadi pilihan utama di lini tengah Tottenham. Musim ini adalah musim
keempat Eriksen untuk Tottenham. Total ia telah tampil sebanyak 220 kali untuk
Tottenham serta menorehkan 55 gol dan 75 assist
di semua kompetisi.
Di
Tim Nasional Eriksen memulai debut seniornya bersama Denmark di tahun 2010 saat
menghadapi Austria, dan ia menjadi debutan temuda keempat di Tim Nasional
Denmark. Eriksen juga diikutsertakan pelatih Morten Olsen ke Piala Dunia 2010,
ia menjadi pemain termuda di kompetisi tersebut. Namun sayang Denmark gugur di
fase grup. Eriksen mencetak gol perdananya untuk Denmark pada 2012 saat
berjumpa Islandia dan menjadikannya pemain termuda Denmark yang mencetak gol di
Kualifikasi Euro, 9 hari lebih muda dari Michael Laudrup yang mencetak gol
pertamanya di tahun 1983. Sampai saat ini Eriksen telah mengantongi 65 caps
serta 9 gol dan 12 assist bagi
Denmark. Eriksen juga mendapatkan gelar Pemain Terbaik Denmark 3 kali
berturut-turut.
![]() |
| Eriksen saat membela Tim Nasional Denmark |
Eriksen
adalah gelandang bertipe “Nomor 10” yang memberikan kreasi dan membuat
perbedaan dalam pertandingan. Ia gemar melakukan tendangan jarak jauh dan
memberikan umpan terobosan serta umpan cut
inside dan mempunyai kelebihan dalam melakukan tendangan bebas. Di Tottenham, Eriksen ditunjuk sebagai
algojo bola mati. Ia juga kuat saat menguasai bola dan passingnya sangat baik. Fleksibilitasnya
juga sangat tinggi, meskipun berposisi sebagai pemain tengah, ia juga sering
berlari ke posisi sayap untuk melakukan crossing
ataupun cut inside. Eriksen
adalah pengatur serangan bagi Tottenham, kemampuan membaca permainan dan sentuhan magisnya membuat Eriksen menjadi maestro di lini tengah yang membuat permainan Tottenham terlihat sangat hidup.
Eriksen adalah pemain yang sangat penting bagi Tottenham dan
harapan baru bagi sepakbola Denmark sepeninggal duo kakak beradik Michael dan
Brian Laudrup yang selalu dipuja-puja masyarakat Denmark.









0 komentar:
Posting Komentar