Artikel Pesepakbola Bertalenta

Jumat, 31 Maret 2017

Predator Dari Algiers: Islam Slimani

Islam Slimani sang predator dari Algiers

Islam Slimani adalah pesepakbola profesional berusia 28 tahun asal Aljazair yang berposisi sebagai Striker atau Penyerang di Klub Jawara Liga Inggris Leicester City dan Tim Nasional Aljazair.

Lahir di Algiers, Ibukota Aljazair, pada Mei 2009 Slimani bergabung dengan tim kota asalnya CR Belouizdad dari klub sebelumnya JSM Chéraga dengan biaya transfer sebesar 800.000 Dinar Aljazair. Slimani melakoni debutnya sebagai starter bagi CR Belouizdad saat menghadapi MC Oran di Liga Aljazair musim 2009-2010. Di musim pertamanya ia mencetak 8 gol dari 30 penampilan. Pada 2011, Slimani mulai dilirik beberapa klub Perancis seperti Le Havre dan OGC Nice mengingat kontraknya akan segera habis. Namun Slimani memilih memperpanjang kontraknya di CR Belouizdad untuk 2 musim kedepan. Selama memperkuat CR Belouizdad Slimani telah membantu tim menjuarai Piala Aljazair 2012.
Slimani saat masih membela CR Belouizdad

Agustus 2013, Slimani hijrah ke Sporting CP dengan biaya transfer yang tidak disebutkan. Di klub ini lah nama Slimani mulai muncul ke permukaan sebagai salahsatu Striker yang berbahaya. Setelah menurunnya performa Striker utama Fredy Montero, Slimani perlahan menggeser posisi Montero setelah menunjukkan performa ciamik dengan mencetak 4 gol di 4 pertandingan di awal Maret 2014. Slimani semakin matang di musim ketiganya di Sporting CP. Ia sukses mencetak 31 gol dari 44 penampilan di seluruh kompetisi bersama Sporting musim 2015-2016. Performanya itu membuat tim-tim elit Eropa tertarik untuk meminangnya. Salah satunya adalah Jose Mourinho yang kala itu masih menjadi manajer Chelsea melontarkan pujian terhadap Slimani. "Saya tahu betul dia karena dia bermain di liga Portugal. Dia adalah seorang striker yang agresif, Dia gemar mencetak banyak gol, dan dia cepat, juga tangguh dalam berduel bola-bola di udara." puji Mourinho. Setelah Sporting mengumumkan bahwa Slimani akan hengkang musim depan, Ia pun menjalani laga terakhir bersama klub yang membesarkan namanya tersebut dan terlihat meneteskan air mata haru di laga perpisahannya itu. Selama 4 musim membela Sporting, Striker bertinggi 188 cm itu total telah bermain di 109 pertandingan bersama Sporting di seluruh kompetisi dan mencetak 57 gol. Slimani juga membawa Sporting memenangkan Piala Portugal 2014-2015 dan Piala Super Portugal 2015.
Slimani saat masih membela Sporting CP

Setelah menjalani laga perpisahan yang mengharukan bersama Sporting CP di Estadio Jose Alvalade, pada Agustus 2016 di hari terakhir bursa transfer musim panas, Slimani resmi diumumkan sebagai pemain baru Juara Bertahan Liga Inggris Leicester City. Leicester City memecahkan rekor transfer mereka untuk mendatangkan Slimani dengan mahar sekitar £28 juta dan kontrak selama 5 musim. Slimani memulai debutnya bersama Leicester di Liga Champions saat berjumpa Club Brugge. Dan mencetak gol debutnya di laga perdananya di Liga Inggris melawan Burnley. Di laga tersebut, Slimani mencetak 2 gol sekaligus membawa Leicester menang 3-0. Slimani terus menampilkan performa gemilang bersama Leicester hingga akhir tahun 2016. Namun pada tahun 2017, performa Leicester termasuk Slimani mengalami penurunan yang mengejutkan publik sepakbola. Leicester yang musim lalu tampil luar biasa musim ini sulit untuk meraih kemenangan hingga posisi mereka berada di ambang zona degradasi. Hal tersebut berujung dengan pemecatan Claudio Ranieri yang musim lalu memberikan gelar bersejarah bagi Leicester. Namun Leicester langsung bangkit di tangan manajar caretaker Craig Shakespeare dengan menumbangkan Liverpool 3-1. Sejauh ini bersama Leicester Slimani telah menyumbang 7 gol dan 4 assist.

Di Tim Nasional, Slimani menjadi andalan lini depan Aljazair bersama Riyad Mahrez dan Yacine Brahimi di kedua sisi sayap. Ia memulai debutnya bagi Aljazair sebagai pemain pengganti pada 2012 saat Aljazair mengahadapi Niger di laga persahabatan. Lalu mencetak gol debutnya saat mengalahkan Rwanda 4-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Slimani pun turut tampil di Piala Afrika tahun 2013 dan 2015, serta yang paling bersejarah adalah saat tampil di Piala Dunia 2014 di Brazil. Di turnamen antarnegara paling akbar tersebut Slimani mencetak 2 gol dan membantu Aljazair lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya  setelah sebelumnya gagal 3 kali di edisi 1982, 1986, dan 2010. Aljazair dan Slimani lolos ke babak 16 besar secara mengejutkan. Mereka menjadi runner-up Grup H berada dibawah Belgia dan diatas Rusia sebelum akhirnya langkah mereka dihentikan sang juara Jerman. Saat menghadapi Jerman, Slimani sempat mencetak gol melalui sundulan yang kemudian dianulir karena terlebih dahulu terperangkap offside dan beberapa kali merepotkan gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer. Aljazair akhirnya kalah 1-2 setelah sempat menahan Jerman hingga babak extra time. Namun walau bagaimanapun penampilan Aljazair dan Slimani patut diapresiasi karena sebenarnya mereka tidak diunggulkan di turnamen ini. Sejauh ini, Slimani sudah mengantongi 49 caps bersama Aljazair dan telah mencetak 25 gol. Membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak keempat sepanjang masa Tim Nasional Aljazair. Hanya tertinggal 10 gol dari topskorer sepanjang masa Aljazair Abdelhafid Tasfaout yang mencetak 35 gol. Ia juga pernah mendapat penghargaan Pemain Terbaik Aljazair 2013
Slimani di Tim Nasional Aljazair

Slimani adalah Striker bertipe Target Man yang berbahaya ketika berada di dalam kotak penalti lawan. Slimani memiliki keunggulan dalam melakukan duel bola udara. Sundulannya kerap menjadi malapetaka bagi pertahanan lawan. Selain keunggulan duel bola udara, Ia memiliki kemampuan lain dalam menguasai bola dan juga pandai menarik perhatian bek lawan guna membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk mencetak gol.

Ketika dalam performa terbaiknya, Slimani adalah Predator berbahaya yang siap meneror lini pertahanan lawan-lawannya.


0 komentar:

Posting Komentar