![]() |
| Islam Slimani sang predator dari Algiers |
Islam Slimani
adalah pesepakbola profesional berusia 28 tahun asal Aljazair yang berposisi
sebagai Striker atau Penyerang di
Klub Jawara Liga Inggris Leicester City dan Tim Nasional Aljazair.
Lahir di
Algiers, Ibukota Aljazair, pada Mei 2009 Slimani bergabung dengan tim kota
asalnya CR Belouizdad dari klub sebelumnya JSM Chéraga dengan biaya transfer
sebesar 800.000 Dinar Aljazair. Slimani melakoni debutnya sebagai starter bagi CR Belouizdad saat
menghadapi MC Oran di Liga Aljazair musim 2009-2010. Di musim pertamanya ia
mencetak 8 gol dari 30 penampilan. Pada 2011, Slimani mulai dilirik beberapa
klub Perancis seperti Le Havre dan OGC Nice mengingat kontraknya akan segera
habis. Namun Slimani memilih memperpanjang kontraknya di CR Belouizdad untuk 2 musim
kedepan. Selama memperkuat CR Belouizdad Slimani telah membantu tim menjuarai
Piala Aljazair 2012.
![]() |
| Slimani saat masih membela CR Belouizdad |
Agustus 2013,
Slimani hijrah ke Sporting CP dengan biaya transfer yang tidak disebutkan. Di
klub ini lah nama Slimani mulai muncul ke permukaan sebagai salahsatu Striker yang berbahaya. Setelah
menurunnya performa Striker utama
Fredy Montero, Slimani perlahan menggeser posisi Montero setelah menunjukkan
performa ciamik dengan mencetak 4 gol di 4 pertandingan di awal Maret 2014.
Slimani semakin matang di musim ketiganya di Sporting CP. Ia sukses mencetak 31
gol dari 44 penampilan di seluruh kompetisi bersama Sporting musim 2015-2016.
Performanya itu membuat tim-tim elit Eropa tertarik untuk meminangnya. Salah
satunya adalah Jose Mourinho yang kala itu masih menjadi manajer Chelsea melontarkan
pujian terhadap Slimani. "Saya tahu betul dia karena dia bermain di liga
Portugal. Dia adalah seorang striker yang agresif, Dia gemar mencetak banyak
gol, dan dia cepat, juga tangguh dalam berduel bola-bola di udara." puji
Mourinho. Setelah Sporting mengumumkan bahwa Slimani akan hengkang musim depan,
Ia pun menjalani laga terakhir bersama klub yang membesarkan namanya tersebut
dan terlihat meneteskan air mata haru di laga perpisahannya itu. Selama 4 musim
membela Sporting, Striker bertinggi
188 cm itu total telah bermain di 109 pertandingan bersama Sporting di seluruh
kompetisi dan mencetak 57 gol. Slimani juga membawa Sporting memenangkan Piala
Portugal 2014-2015 dan Piala Super Portugal 2015.
![]() |
| Slimani saat masih membela Sporting CP |
Setelah
menjalani laga perpisahan yang mengharukan bersama Sporting CP di Estadio Jose
Alvalade, pada Agustus 2016 di hari terakhir bursa transfer musim panas,
Slimani resmi diumumkan sebagai pemain baru Juara Bertahan Liga Inggris
Leicester City. Leicester City memecahkan rekor transfer mereka untuk
mendatangkan Slimani dengan mahar sekitar £28 juta dan kontrak selama 5 musim.
Slimani memulai debutnya bersama Leicester di Liga Champions saat berjumpa Club
Brugge. Dan mencetak gol debutnya di laga perdananya di Liga Inggris melawan
Burnley. Di laga tersebut, Slimani mencetak 2 gol sekaligus membawa Leicester
menang 3-0. Slimani terus menampilkan performa gemilang bersama Leicester
hingga akhir tahun 2016. Namun pada tahun 2017, performa Leicester termasuk
Slimani mengalami penurunan yang mengejutkan publik sepakbola. Leicester yang
musim lalu tampil luar biasa musim ini sulit untuk meraih kemenangan hingga
posisi mereka berada di ambang zona degradasi. Hal tersebut berujung dengan
pemecatan Claudio Ranieri yang musim lalu memberikan gelar bersejarah bagi Leicester. Namun
Leicester langsung bangkit di tangan manajar caretaker Craig Shakespeare dengan menumbangkan Liverpool 3-1.
Sejauh ini bersama Leicester Slimani telah menyumbang 7 gol dan 4 assist.
Di Tim
Nasional, Slimani menjadi andalan lini depan Aljazair bersama Riyad Mahrez dan
Yacine Brahimi di kedua sisi sayap. Ia memulai debutnya bagi Aljazair sebagai
pemain pengganti pada 2012 saat Aljazair mengahadapi Niger di laga
persahabatan. Lalu mencetak gol debutnya saat mengalahkan Rwanda 4-0 di
Kualifikasi Piala Dunia 2014. Slimani pun turut tampil di Piala Afrika tahun
2013 dan 2015, serta yang paling bersejarah adalah saat tampil di Piala Dunia
2014 di Brazil. Di turnamen antarnegara paling akbar tersebut Slimani mencetak
2 gol dan membantu Aljazair lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya setelah sebelumnya gagal 3 kali di edisi
1982, 1986, dan 2010. Aljazair dan Slimani lolos ke babak 16 besar secara
mengejutkan. Mereka menjadi runner-up Grup
H berada dibawah Belgia dan diatas Rusia sebelum akhirnya langkah mereka
dihentikan sang juara Jerman. Saat menghadapi Jerman, Slimani sempat mencetak
gol melalui sundulan yang kemudian dianulir karena terlebih dahulu terperangkap
offside dan beberapa kali merepotkan
gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer. Aljazair akhirnya kalah 1-2 setelah
sempat menahan Jerman hingga babak extra
time. Namun walau bagaimanapun penampilan Aljazair dan Slimani patut
diapresiasi karena sebenarnya mereka tidak diunggulkan di turnamen ini. Sejauh
ini, Slimani sudah mengantongi 49 caps
bersama Aljazair dan telah mencetak 25 gol. Membuatnya menjadi pencetak gol
terbanyak keempat sepanjang masa Tim Nasional Aljazair. Hanya tertinggal 10 gol
dari topskorer sepanjang masa Aljazair Abdelhafid Tasfaout yang mencetak 35
gol. Ia juga pernah mendapat penghargaan Pemain Terbaik Aljazair 2013
![]() |
| Slimani di Tim Nasional Aljazair |
Slimani adalah Striker bertipe Target Man yang berbahaya ketika berada di dalam kotak penalti
lawan. Slimani memiliki keunggulan dalam melakukan duel bola udara. Sundulannya
kerap menjadi malapetaka bagi pertahanan lawan. Selain keunggulan duel bola
udara, Ia memiliki kemampuan lain dalam menguasai bola dan juga pandai menarik
perhatian bek lawan guna membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk mencetak gol.
Ketika dalam
performa terbaiknya, Slimani adalah Predator berbahaya yang siap meneror lini
pertahanan lawan-lawannya.










0 komentar:
Posting Komentar