Artikel Pesepakbola Bertalenta

Senin, 24 April 2017

Emil Forsberg, Aktor Penting Kesuksesan RB Leipzig

Emil Forsberg aktor kesuksesan RB Leipzig

Emil Peter Forsberg adalah pesepakbola profesional berusia 25 tahun dari Swedia yang berposisi sebagai Sayap Kiri ataupun Gelandang Serang di klub Bundesliga RB Leipzig dan Tim Nasional Swedia.

Lahir di Sundsvall, Forsberg memulai karir sepakbolanya bersama GIF Sundsvall yang berkompetisi di kasta kedua Liga Swedia. Ia bergabung ke tim utama Sundsvall pada 2009 dan sempat dipinjamkan ke klub kasta ketiga Medskogsbron BK. Namun saat baru 2 kali bermain Forsberg langsung dipulangkan dan mulai bermain regular di tim utama Sundsvall. Di musim keduanya pada 2010 Ia tak tergantikan di starting eleven dan telah mencatatkan total 30 penampilan. Pada musim selanjutnya Forsberg mulai bersinar setelah mencetak 11 gol dari 27 pertandingan sekaligus membawa Sundsvall promosi ke kasta tertinggi Liga Swedia. Di musim pertamanya bersama Sundsvall di Liga Utama Swedia, Forsberg mencetak 6 gol dari 21 pertandingan. Dan tak mampu menghindarkan Sundsvall dari jurang degradasi setelah kalah dari Halmstads BK di laga play off.
Forsber saat masih memperkuat GIF Sundsvall

Pada 10 Desember 2012, Forsberg resmi hijrah ke klub raksasa Swedia Malmö. Ia menandatangani kontrak berdurasi 4 musim hingga akhir musim 2016. Di musim pedananya bersama Malmö, Forsberg sukses mencatatkan 28 penampilan dan 5 gol sekaligus membantu Malmö meraih gelar juara Liga Utama Swedia musim 2012-2013. Musim selanjutnya pada 2013-2014, Peran Forsberg semakin penting bagi Malmö. Ia bermain di 29 pertandingan bersama Malmö di liga dan bermain di semua laga Malmö di fase grup Liga Champions. Forsberg berhasil mencetak 14 gol di musim tersebut. Selama 2 musim memperkuat Malmö, Forsberg total telah bermain di 86 laga di semua kompetisi dan mencetak 28 gol. Ia juga telah mempersembahkan 2 gelar Liga Utama Swedia dan 2 gelar Piala Super Swedia. Musim gemilang Forsbeg semakin lengkap dengan gelar Midfielder terbaik Swedia 2014 dan 2016.
Forsberg saat masih memperkuat Malmo

Pada Januari 2015, Forsberg secara mengejutkan hengkang ke klub Bundesliga 2 (kasta kedua Liga Jerman) RB Leipzig. Ia menandatangani kontrak berdurasi tiga setengah musim di klub tersebut. Forsberg langsung memberikan kontribusinya untuk RB Leipzig dengan bermain di 32 pertandingan di Bundesliga 2 dan berhasil membantu RB Leipzig promosi ke kasta tertinggi Liga Jerman Bundesliga pada musim ini. Ia juga sukses menyabet penghargaan Pemain Terbaik Bundesliga 2. Berstatus sebagai tim promosi, RB Leipzig bersama Forsberg langsung menggebrak Bundesliga. Hingga spieltag ke 30, RB Leipzig terus konsisten menempel Bayern Munchen di posisi kedua dan berada di atas para unggulan lain seperti Borussia Dortmund ataupun Bayer Leverkusen. Pencapaian tersebut tak lepas dari kontribusi Forsberg yang musim ini menuai sensasi karena hingga saat ini Ia sedang memimpin perolehan assist terbanyak di lima liga besar Eropa dengan torehan 17 assist. Jika dikombinasikan dengan jumlah golnya, maka berarti Forsberg telah terlibat dalam 25 gol yang dicetak RB Leipzig musim ini.

Di Tim Nasional, Forsberg memulai debut seniornya saat Swedia mengalahkan Moldova 2-1 di laga persahabatan pada Januari 2014. Lalu bermain di debut kompetitifnya saat laga kualifikasi 2016 saat menghadapi Liechtenstein Oktober 2014. Setelah menunjukkan penampilan impresif bersama RB Leipzig, sepertinya Forsberg akan semakin menjadi andalan di lini penyerangan Swedia untuk membantu sang kapten Zlatan Ibrahimovic mencetak lebih banyak gol. Sampai saat ini di Tim Nasional Swedia, Forsberg telah mencatatkan 25 caps serta torehan 5 gol.
Forsberg saat membela Tim Nasional Swedia

Emil Forsberg adalah Sayap yang juga bisa berperan sebagai Playmaker. Posisi aslinya adalah Sayap Kiri namun di RB Leipzig Ia lebih banyak ditempatkan di posisi Gelandang Serang. Kelebihannya dalam melakukan tendangan dan umpan terobosan serta mahir mengeksekusi bola mati membuatnya menjadi algojo bola mati bagi RB Leipzig. Kelebihan tersebut pun ditunjang dengan visi bermain yang sangat baik sehingga membuatnya menjadi pengumpul assist terbanyak di Eropa saat ini dengan total 17 assist mengalahkan nama-nama besar seperti Christian Eriksen, Gylfi Sigurdsson, dan juga Toni Kroos. Forsberg juga memiliki kecepatan dan dribbling yang baik, Ia kerap berlari ke sisi lapangan untuk kemudian melakukan crossing ataupun cut back. Sesekali Ia juga melakukan tendangan keras dan terarah dari luar kotak penalti yang membahayakan pertahanan lawan.

Perjuangan Forsberg untuk membantu RB Leipzig promosi ke Bundesliga dan menyegel tempat di kompetisi Eropa musim depan adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Yang jelas peran sang raja assist sangat vital dalam pencapaian luar biasa yang diraih RB Leipzig musim ini.


Jumat, 21 April 2017

Jetro Willems, Fullback Lincah Andalan PSV

Jetro Willems fullback andalan PSV

Jetro Willems adalah  pesepakbola profesional berusia 23 tahun asal Belanda yang berposisi sebagai Fullback Kiri di klub Eredivisie PSV Eindhoven dan Tim Nasional Belanda.

Willems memulai kairrnya bersama Spartaan '20, sebelum akhirnya bergabung dengan Sparta Rotterdam. Lalu membuat debutnya 16 Januari saat laga menghadapi Go Ahead Eagles. Ia tampil gemilang mencatatkan total 16 penampilan bersama Sparta di Divisi 2 Liga Belanda.
Willems saat masih memperkuat Sparta Rotterdam

Pada 31 Agustus 2011, Willems resmi bergabung dengan salah satu klub raksasa Eredivisie yaitu PSV Eindhoven. Ia langsung melakoni debutnya saat PSV menghadapi Vitesse pada 23 Oktober. Kemudian pada laga Europa League melawan Hapoel Tel Aviv, Willems membuat sejarah dengan menjadi pemain termuda asal Belanda yang bermain di kompetisi Eropa, usianya saat itu baru 17 tahun.
Pada Desember Willems sempat diincar Manchester United untuk diplot sebagai pengganti Patrice Evra namun ia lebih memilih untuk memperpanjang kontrak bersama PSV hingga 2016.

Willems mencetak gol perdananya untuk PSV pada April 2012 saat menghadapi NEC Nijmegen. Sekaligus menjadi pencetak gol termuda di Eredivisie musim 2011-2012. Di musim tersebut ia mulai memiliki lebih banyak kesempatan bermain menyusul cederanya bek kiri utama PSV Erik Pieters. Ia membayar kepercayaaan pelatih dengan penampilan yang luar biasa hingga membuatnya menjadi pilihan utama di pos bek kiri PSV.

Setelah sempat cedera di musim 2015-2016, musim ini Ia telah kembali dan sudah tampil di 24 perandingan. Willems tetap setia berbaju PSV meski banyak diisukan untuk hengkang ke klub yang lebih besar seperti Manchester United dan Liverpool. Di musim keenamnya saat ini, Willems total telah tampil di 183 laga bersama PSV di semua kompetisi dan menorehkan 12 gol serta 33 assist. Ia juga sukses mempersembahkan 2 gelar Eredivisie, 1 Piala Belanda, dan 3 Piala Super Belanda.

Di Tim Nasional, Willems melakoni debutnya pada Mei 2012 saat Belanda menghadapi Bulgaria. Willems juga disertakan ke dalam skuad Belanda untuk menghadapi Euro 2012. Ia memulai laga pertamanya di Euro saat menghadapi Denmark. Willems kembali mengukir sejarah sebagai pemain termuda yang pernah bermain di Euro di usianya yang masih menginjak 18 tahun 71 hari. Ia bermain di semua pertandingan Belanda di fase gup. Namun sayang Belanda langsung tereliminasi karena menelan kekalahan di tiga laga di fase grup. Hingga saat ini, Willems telah menjadi bek kiri utama Belanda sudah mencatatkan 22 caps bersama Tim Nasional Belanda.
Willems saat menghadapi Denmark di Euro 2012

Jetro Willems adalah contoh yang tepat bagi seorang fullback modern. Bermain di kiri, ia kerap menyulitkan sisi kanan pertahanan lawan. Ia memiliki naluri menyerang yang baik dan kerap melakukan overlap ke depan. Ia seringkali mengandalkan kecepatannya untuk merangsek ke sisi pertahanan lawan lalu memberikan crossing ataupun melakukan shooting. Torehan assistnya banyak dibuat lewat kelebihannya, yaitu crossing. Kemampuannya dalam memberikan crossing dengan cermat dan power yang cukup telah berhasil memanjakan para penyerang seperti Luuk De Jong. Willems juga memiliki kemampuan untuk melewati lawan 1 vs 1, karena ia terbiasa bermain Futsal sejak kecil yang membuatnya memiliki salah satu skill dalam Futsal yang tidak dimiliki oleh bek lain di Eropa. Namun Willems juga memiliki kelemahan, Ia kurang baik dalam melakukan positioning dan membaca permainan saat dalam situasi bertahan. Kemampuannya dalam bertahan tidak sebaik kemampuannya saat menyerang.
Willems melewati lawan 1 vs 1 sebelum melakukan crossing


Usianya saat ini baru 23 tahun. Dan Ia masih memiliki banyak waktu untuk meningkatkan kualitasnya dalam bertahan dan memperbaiki kelemahannya. Jika Willems bisa melakukannya, bukan tidak mungkin Ia akan menjadi Fullback yang komplit.


Senin, 17 April 2017

Alexandre Lacazette, Penyerang Andalan Olympique Lyon

Alexandre Lacazette penyerang andalan Olympique Lyon

Alexandre Lacazette adalah pesepakbola profesional berusia 23 tahun yang berposisi sebagai Striker atau Penyerang di klub Perancis Olympique Lyon dan Tim Nasional Perancis

Lahir di Lyon, Lacazette sudah membela klub kampung halamannya itu sejak usia belia. Ia memperkuat tim U-18 Lyon sejak musim 2007-2008 di turnamen Championnat National. 3 musim memperkuat Lyon muda, Lacazette sukses mencetak total 17 gol. Ia pun berhasil promosi ke tim senior Lyon pada pertengahan musim 2009-2010. Manajer Lyon saat itu Claude Puel menyertakannya ke skuad sebagai pemain cadangan saat menghadapi Montpellier. 3 hari kemudian, Lacazette membuat debut profesionalnya  saat menghadapi Auxerre. Ia pun akhirnya diberi kontrak profesional berdurasi 3 tahun.

Setelah berhasil menjadi juara Eropa bersama Tim Nasional perancis U19, pada musim 2010-2011 Lacazette mulai diperhitungkan di tim utama Lyon. Ia berhasil mencetak gol profesionalnya pertamanya saat Lyon berhadapan dengan Sochaux di Ligue 1. 3 hari kemudian, Lacazette memainkan laga debutnya di Liga Champions saat Lyon menghadapi Benfica, Ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memberikan assist untuk gol yang dicetak Yoan Gourcuff.

Di musim 2014-2015, performa Lacazette terus berkembang bersama Lyon di. Setelah memperpanjang kontrak berdurasi dua tahun pada September 2014, Lacazette mencetak hattrick pertamanya saat mengalahkan Lille 3-0. Kemudian ia memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak Lyon dalam satu musim dengan torehan 26 golnya. Lacazette menyelesaikan musim 2014-2015 dengan mencetak 27 gol di liga dan sekaligus menjadikannya pencetak gol terbanyak Ligue 1 musim tersebut. Selain menjadi top skor, Ia melengkapi musim luar biasanya dengan terpilih menjadi Pemain Terbaik Ligue 1 musim 2014-2015.
Lacazette saat meraih gelar Pemain Terbaik Ligue 1 2014-2015

Setelah menyelesaikan musim yang sensasional, klub Liga Inggris Arsenal tertarik untuk merekrut Lacazette. Namun ia lebih memilih kembali memperpanjang kontraknya bersama Lyon hingga 2019.

Musim ini, Lacazette juga mengukir rekor baru. Dua golnya ke gawang Toulouse pada Oktober 2016 merupakan golnya yang ke 101 bagi Lyon dan membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak keempat Lyon sepanjang sejarah mengalahkan rekor Juninho yang menorehkan 100 gol. Musim ini Lyon sebenarnya berpartisipasi di Liga Champions, namun mereka hanya finis di peringkat tiga grup H dibawah Juventus dan Sevilla yang membuat Lyon turun level ke Europa League.

Lacazette ramai diberitakan akan hengkang pada akhir musim, klub-klub seperti Arsenal, AS Roma dan Liverpool kembali memonitor situasi Lacazette di Lyon. Kabar tersebut diperjelas dengan pernyataan Presiden klub Jean-Michel Aulas, “Lacazette dan Tolisso akan bertahan jika Lyon berhasil memenangi Europa League.” ujar Sang Presiden. Jadi sudah pasti jika Lyon gagal menjuarai Europa League, Lacazette akan meninggalkan klub. Tetapi jika dilihat dari performa tim dan materi pemain, Lyon memiliki peluang  besar untuk menjuarai Europa League. Saat ini mereka sudah mencapai babak 8 besar Setelah sukses menyingkirkan tim unggulan AS Roma di babak 16 besar. Mungkin di babak ini saingan terberat Lyon hanya Manchester United dan Ajax Amsterdam. Hingga saat ini bersama Lyon, Lacazette total telah menggelontorkan 121 gol dari 266 pertandingan bersama Lyon di semua kompetisi.
Selebrasi unik Lacazette saat membawa Lyon menyingkirkan Roma

Di Tim Nasional, Lacazette sudah pernah membela Perancis di hampir semua kategori usia. Salahsatunya adalah ketika ia membawa Perancis U19 menjadi juara di Euro U19 tahun 2010. Lacazette mencetak gol kemenangan di final menghadapi Spanyol. Di Tim Nasional Senior, Ia dipanggil pelatih Didier Deschamps untuk pertama kalinya pada Mei 2013 menggantikian posisi Jeremy Menez yang cedera. Lacazette baru melakoni debutnya pada Juni 2013 menggantikan Olivier Giroud saat Perancis dikalahkan Uruguay. Kemudian mencetak gol perdana pada Maret 2015 saat mengalahkan Denmark 2-0. Lacazette tidak terlalu banyak tampil di Tim Nasional Senior mengingat melimpahnya stok penyerang hebat Perancis yang lebih berpengalaman seperti Olivier Giroud, Andre-Pierre Gignac, dan Karim Benzema (tidak pernah lagi dipanggil setelah berkonflik dengan Didier Deschamps). Lacazette hanya memiliki 10 caps bersama Tim Nasional Senior.

Lacazette saat mencetak gol debut internasional menghadapi Denmark
Lacazette adalah penyerang bertipe Fox In The Box (berbahaya jika berada di dalam kotak penalti lawan), mempunyai mobilitas tinggi, dan penyelesaian akhir yang sangat baik, Ia bisa menyelesaikan peluang yang terbilng sulit seperti mencetak gol voli dan tendangan jarak jauh serta dalam situasi one on one dengan kiper lawan. Ia juga memiliki kedua kaki yang sama baiknya, tentu itu adalah keahlian yang diperlukan setiap penyerang di era sepakbola modern saat ini. Kecepatannya juga bisa diandalkan untuk merusak organisasi pertahanan lawan ataupun saat melakukan serangan balik. Namun Lacazette memiliki kelemahan dalam duel bola udara. Dengan tinggi badan 175 cm, cukup sulit bagi Lacazette untuk berduel dengan bek-bek yang berbadan tinggi besar.

Sepertinya peluang Lacazette untuk menjadi andalan di Tim Nasional Perancis tinggal menunggu waktu saja mengingat para penyerang andalan Perancis saat ini sudah memasuki usia kepala tiga. Dan patut ditunggu apakah Ia akan bertahan di Lyon atau hijrah ke klub lain.


Jumat, 14 April 2017

Gelandang Dinamis Inter Milan, Roberto Gagliardini

Roberto Gagliardini Gelandang Dinamis Inter Milan

Roberto Gagliardini adalah pesepakbola profesional berusia 24 tahun yang berposisi sebagai Central Midfielder atau Gelandang Tengah di klub Serie A Internazionale Milan dan Tim Nasional Italia

Lahir di Bergamo, Gagliardini mengawali karir sepakbolanya di klub kampung halamannya Atalanta sejak tahun 2001. Ia mulai bermain di tim muda, tim reserve atau lapis kedua, hingga akhirnya promosi ke tim utama pada musim 2013-2014. Gagliardini membuat debut profesionalnya pada Desember 2013 saat Atalanta mengalahkan Sassuolo di Coppa Italia. Saat di Atalanta, Gagliardini lebih banyak dipinjamkan ke klub-klub  Serie B.

Pada Januari 2014, Gagliardini dipinjamkan ke Cesena untuk mendapat jam terbang lebih. Ia mencetak gol peradnanya sebagai pemain profesional saat menghadapi Varese. Selama masa pinjaman di Cesena, Gagliardini tampil sebanyak 19 kali dan berhasil membantu Cesena promosi ke Serie A. Musim selanjutnya Ia kembali dipinjamkan ke Spezia lalu ke Vicenza dan total telah bermain di 30 pertandingan di kedua klub tersebut.
Gagliadini saat masa peminjaman di Cesena

Pada Mei 2016 setelah kembali dari masa peminjaman, Gagliardini akhirnya membuat debut di Serie A saat menang di kandang Genoa 2-1. Ia mulai menjadi pilihan utama lini tengah Atalanta saat ditangani oleh Gianpiero Gasperini di awal musim 2016-2017. Gagliardini menjadi pemain vital di Atalanta bersama Mattia Caldara dan Franck Kessie hingga membuat Atalanta menjadi tim yang cukup diperhitungkan di Serie A. Namun performa menakjubkan yang ditampilkan Gagliardini menimbulkan ketertarikan dari Internazionale Milan yang serius ingin mendatangkannya ke Giuseppe Meazza.
Gagliardini saat masih membela Atalanta

Akhirnya pada Januari 2017, Internazionale Milan resmi mengumumkan kepindahan Gagliardini dengan status pinjaman, dan Inter baru bisa mempermanenkan Gagliardini pada musim panas 2018 dengan biaya transfer sebesar €20 juta. Gagliardini menandatangani kontrak selama 5 musim dan menggunakan nomor punggung 5 peninggalan Felipe Melo yang hengkang ke Palmeiras. Ia membuat debutnya bersama Inter saat berhadapan dengan Chievo di Giuseppe Meazza dan bermain 90 menit di laga tersebut. Gagliardini langsung menjadi pilihan utama manajer Inter Stefano Pioli di lini tengah Inter berduet dengan Geoffrey Kondogbia ataupun Marcelo Brozovic yang bergantian mendampinginya sebagai gelandang jangkar. Sejauh ini ia telah bermain di 10 laga bersama Inter di semua kompetisi.

Di Tim Nasional Italia, pada November 2016 Gagliardini mendapat panggilaan untuk pertama kalinya ke skuad senior untuk laga menghadapi Liechtenstein dan Jerman. Namun ia belum diberi kepercayaan bermain oleh pelatih Gianpiero Ventura di dua laga tersebut. Namun setelah tampil bagus bersama Inter, pada Maret 2017 Ia akhirnya dipercaya oleh Ventura untuk membuat debutnya di Tim Senior saat menghadapi Belanda. Di laga itu ia masuk menggantikan De Rossi yang cedera di menit 37 dan berhasil membantu Italia menang 2-1. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi satu-satunya caps Gagliardini bersama Tim Nasional Italia. Tentunya masih bisa terus bertambah jika performanya konsisten.
Gagliardini saat melakoni debutnya bersama Italia

Gagliardini adalah Gelandang bertipe Box-To-Box yang biasa bermain di formasi 4-2-3-1 sebagai salahsatu dari dua gelandang jangkar di formasi tersebut. Di Atalanta Ia memainkannya bersama Franck Kessie sedangkan di Inter Ia bertandem dengan Kondogbia. Gagliardini adalah gelandang yang dinamis, selalu bergerak dan memiliki stamina yang sangat baik untuk berebut bola di lini tengah. Selain itu juga ia enerjik, agresif, tangguh, dan pekerja keras. Ia adalah penerima bola dari Bek untuk kemudian disalurkan ke depan guna membangun serangan. Selain sebagai penyalur, Gagliardini pun seringkali melakukan sprint melebar ke sisi lapangan untuk melakukan shooting ataupun crossing. Ditambah dengan posturnya yang bertinggi 188 cm, ia cukup handal dalam duel bola udara dan melakukan intersep ataupun blok. Kemampuan passingnya pun cukup baik, presentasinya adalah 84% passing akurat per pertandingan. Namun sayang Gagliardini kurang memiliki kreatifitas dalam memulai serangan. Ia seringkali terlalu lama dalam menguasai bola hingga akhirnya direbut oleh lawan dan membahayakan lini pertahanan.

Jika Ia bisa terus konsisten dan meningkatkan kemampuannya, sudah pasti Gagliardini akan menjadi pemain yang sangat penting bagi timnya dan Italia di masa depan.


Senin, 10 April 2017

Ter Stegen, Satu Dari Sekian Banyak Tembok Hebat Jerman

Marc-André ter Stegen

Marc-André ter Stegen adalah pesepakbola profesional berusia 24 tahun yang berasal dari Jerman dan berposisi sebagai Penjaga Gawang di klub La Liga FC Barcelona dan Tim Nasional Jerman.

Lahir di Mönchengladbach, Ter Stegen memulai karir sepakbolanya di klub tempat kelahirannya Borussia Mönchengladbach pada pertengahan musim 2010-2011. Setelah mencuri perhatian saat memperkuat tim reserve atau tim cadangan, Ia kemudian promosi ke tim utama yang saat itu tengah terpuruk di Bundesliga. Mönchengladbach hanya mengumpulkan 16 poin dari 22 pertandingan dan performa kiper utama saat itu Logan Bailly sangat mengecewakan. Akhirnya Ter Stegen memulai debutnya menggantikan Logan Bailly saat menghadapi FC Köln. Di tangan Ter Stegen pertahanan Mönchengladbach sedikit lebih baik. Ia berhasil mencatatkan 4 cleansheets dan berhasil membawa Mönchengladbach lolos dari jurang degradasi melalui babak play off di musim tersebut. Pada musim berikutnya, Ter Stegen mengukuhkan diri sebagai Penjaga Gawang utama Mönchengladbach dan memakai nomor punggung 1 peninggalan Logan Bailly yang dipinjamkan ke Swiss. Ia dan Mönchengladbach yang juga saat itu masih diperkuat Marco Reus melanjutkan performa positifnya saat menghadapi Bayern Munich. Ter Stegen berhasil membuat cleansheet dan mengalahkan Bayern 1-0 yang saat itu diperkuat pesaing terberatnya di Tim Nasional Manuel Neuer yang juga melakoni laga debutnya di Bayern setelah pindah dari Schalke. Ter Stegen terus mencuri perhatian bersama Mönchengladbach dan kerap dikaitkan dengan klub raksasa Spanyol FC Barcelona. Hingga akhirnya pada musim 2013-2014, Ia menolak perpanjangan kontrak dari Mönchengladbach dan dilaporkan telah sepakat bergabung dengan Barcelona yang sempat ia tolak musim sebelumnya. Di Mönchengladbach, Ter Stegen telah bermain 127 kali di semua kompetisi dan mendapatkan penghargaan Penjaga Gawang Terbaik Bundesliga versi Kicker di musim 2011-2012.
Ter Stegen saat membela Mönchengladbach di laga terakhirnya

Akhirnya pada Mei 2014, Ter Stegen resmi menjadi bagian dari FC Barcelona dengan biaya transfer sebesar €12 juta dan kontrak selama 5 musim. Sempat cedera di awal musim, Ter Stegen akhirnya melakoni debut bersama Barca saat menang 1-0 atas Apoel di Liga Champions. Ia menjadi pilihan utama di Copa Del Rey dan Liga Champions, sedangkan pilihan utama di La Liga adalah Claudio Bravo. Di musim pertamanya, ia sukses membantu Barca menjuarai Copa Del Rey mengalahkan Athletic Bilbao dan Liga Champions mengalahkan Juventus di Olympiastadion, Berlin. Musim selanjutnya, Ter Stegen baru melakoni debutnya di La Liga saat Barca menang 2-1 atas Atletico Madrid. Ia juga bermain saat Barca mengalahkan Sevilla di laga UEFA Super Cup. Musim ini, barulah Ter Stegen menjadi pilihan utama Barca di semua kompetisi setalah hengkangnya Claudio Bravo ke Manchester City. Sampai saat ini total Ia telah mencatatkan 85 pertandingan bagi Barca di semua kompetisi dan mempesembahkan beberapa gelar diantaranya:
  • ·         2 La Liga
  • ·         2 Copa Del Rey
  • ·         1 Piala Super Spanyol
  • ·         1 Liga Champions
  • ·         1 UEFA Super Cup
  • ·         1 Piala Dunia Antarklub
Di Tim Nasional, Ia melakoni debut seniornya pada 2012 saat Jerman dikalahkan Swiss 3-5 di laga persahabatan. Ter Stegen belum pernah merasakan kemenangan dan selalu kebobolan di 3 laga perdananya bersama Tim Nasional Jerman, Ia baru mencatatkan cleansheet saat imbang melawan Polandia di laga persahabatan. Ter Stegen juga disertakan dalam skuad Jerman untuk Euro 2016. Namun sayangnya, Ia hanya menjadi pilihan kedua setelah Manuel Neuer. Karena adanya Neuer, alhasil Ter Stegen hanya punya 9 caps di Tim Nasional Jerman.
Ter Stegen saat membela Tim Nasional Jerman

Ter Stegen adalah Penjaga Gawang yang hebat dan kuat dalam menghentikan tendangan jarak jauh, ia juga punya reflek dan kesigapan di atas rata-rata. Yang paling spektakuler adalah ketika ia melakukan penyelamatan di garis gawang saat semifinal leg kedua Liga Champions menghadapi Bayern Munich musim 2013-2014 yang juga mendapat penghargaan sebagai Penyelamatan Terbaik versi UEFA di musim tersebut. Namun ia sepertinya harus menerima takdir karena terlahir satu generasi dengan kiper-kiper hebat satu negara seperti Bernd Leno, Kevin Trapp, dan tentu saja Manuel Neuer yang membuatnya hanya menjadi pilihan kedua di Tim Nasional.
Penyelamatan Ter Stegen yang menjadi Penyelamatan Terbaiik UEFA


Tapi walau bagaimanapun, Ter Stegen adalah salahsatu kiper terbaik di dunia saat ini dan ia seharusnya bersyukur jika negaranya tak pernah kehabisan talenta kiper-kiper hebat di tiap generasi.


Jumat, 07 April 2017

Alessio Romagnoli, Talenta Italia Pengidola Alessandro Nesta

Alessio Romagnoli Talenta Muda Pengidola Nesta

Alessio Romagnoli adalah pesepakbola profesional berusia 22 tahun asal Italia yang berposisi sebagai Bek Tengah di Klub Serie A AC Milan dan Tim Nasional Italia.

Berstatus sebagai pemain muda binaan AS Roma, pada musim 2012-2013 Romagnoli secara mengejutkan dipanggil pelatih tim utama Roma saat itu Zdeněk Zeman ke skuad utama di usianya yang ke 17. Ia melakoni debut seniornya sebagai starter bersama AS Roma pada 11 Desember 2012 saat menghadapi Atalanta dan bermain penuh di laga tersebut. Romagnoli mencetak gol perdananya bersama AS Roma pada Maret 2013 saat menghadapi Genoa. Di musim pertamanya Ia hanya tampil 3 kali bersama Roma. Barulah pada musim 2013-2014 saat Roma dilatih oleh Rudi Garcia jumlah penampilan Romagnoli sedikit bertambah. Ia mencatatkan 14 penampilan di seluruh kompetisi bersama Roma di musim tersebut. Oleh Rudi Garcia Romagnoli sering ditempatkan di posisi Bek Tengah dan Bek Kiri.
Romagnoli saat masih memperkuat AS Roma

Kemudian pada September 2014, Romagnoli bergabung ke Sampdoria sebagai pemain pinjaman selama semusim penuh dengan biaya transfer €500 ribu dan opsi permanen sebesar €2 juta. Ia melakoni debutnya sebagai pemain pengganti saat Sampdoria menang 2-0 atas Torino. Lalu mencetak gol perdananya saat Sampdoria dikalahkan Chievo 1-2. Di Sampdoria, Romagnoli menampilkan performa yang bagus dan bermain di hampir semua laga bersama Sampdoria. Ia telah tampil di 31 pertandingan di semua kompetisi dan mencetak 2 gol. Sebelum akhirnya Roma memanggilnya kembali dari masa pinjaman.
Romagnoli saat dipinjamkan ke Sampdoria

Pada Agustus 2015, Romagnoli hijrah ke AC Milan untuk mengarungi musim 2015-2016 dengan biaya transfer yang mengejutkan sebesar €25 juta dan kontrak selama 5 musim. Harga tersebut terbilang mahal bagi seorang bek yang saat itu masih berusia 20 tahun. 6 hari setelah diperkenalkan Romagnoli langsung memulai debutnya bersama AC Milan saat menghadapi Fiorentina. Di Milan, Ia mulai menjadi pilihan utama di lini pertahanan setelah menampilkan permainan yang konsisten. Romagnoli juga membantu Milan meraih gelar Supercoppa Italiana 2016 setelah berhasil mengalahkan Juventus 4-3 lewat adu penalti di Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, Qatar. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 1-1 di waktu normal hingga akhirnya laga harus diselesaikan lewat drama adu penalti. Hingga musim keduanya saat ini bersama AC Milan, Romagnoli total telah mengemas 64 penampilan dan 1 gol di semua kompetisi.

Di Tim Nasional, Romagnoli sudah tampil di berbagai kategori usia mulai dari U16, U17, U19, hinga U21 yang tampil di Euro U21 di tahun 2015. Ia berduet dengan partner yang tak kalah hebatnya yaitu Daniele Rugani. Di Tim Nasional Senior, Romagnoli dipanggil untuk pertama kalinya saat Italia menghadapi Perancis di laga persahabatan dan menghadapi Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2018. Namun Romagnoli baru melakoni debutnya bersama Tim Nasional Senior saat imbang dengan Spanyol 1-1 di laga Kualifikasi Piala Dunia 2018. Ia bermain penuh 90 menit di laga debutnya tersebut. Total Romagnoli sudah mengantongi 5 caps bersama Tim Nasional Senior Italia. Tentu angka tersebut masih bisa bertambah mengingat usianya masih 22 tahun dan potensinya cukup menjanjikan untuk menggantikan posisi Giorgio Chiellini ataupun Andrea Barzagli yang sudah memasuki usia senja sebagai pesepakbola.
Romagnoli saat bermain untuk Tim Nasional Italia

Romagnoli adalah Bek berkaki kiri yang berbakat, elegan, dan komplit. Ia bisa memainkan posisi Bek Tengah dan Bek Kiri dengan sama baiknya. Selain itu Romagnoli juga memiliki ketenangan dan kepercayaan diri untuk menjaga lini pertahanan ataupun menghalau bola kedepan. Dengan postur tubuh setinggi 188 cm, Ia juga bisa diandalkan dalam duel-duel bola udara. Positioning dan kemampuan tacklenya pun sangat baik. Mengingatkan kita dengan Bek Milan terdahulu yang sekalligus idola Romagnoli, yaitu Alessandro Nesta.


Dengan teknik dan talenta yang ia miliki tersebut, Romagnoli bisa dibilang adalah Bek Muda Italia yang paling menjanjikan saat ini. Mungkin di masa depan, Ia bisa menjadi legenda bagi klubnnya AC Milan dan Tim Nasional Italia seperti idolanya Alessandro Nesta.


Minggu, 02 April 2017

Bek Rambut Kuncir Dari Swiss: Ricardo Rodriguez



Ricardo Iván Rodríguez Araya adalah pesepakbola profesional berusia 24 tahun asal Swiss yang berposisi sebagai Bek Kiri di klub Bundesliga Vfl Wolfsburg dan Tim Nasional Swiss.

Ricardo Rodriguez adalah seorang blasteran 3 negara karena Ia lahir di Swiss, Ayahnya berasal dari Spanyol, dan Ibunya berasal dari Chile. Ia memulai karir sepakbolanya di klub FC Schwamendingen sebelum akhirnya pada 2002 bergabung ke tim muda FC Zurich di usia 11 tahun. Rodriguez kemudian berhasil promosi ke tim senior pada 2009 saat usianya 16 tahun. Setelah promosi, Rodriguez melakoni laga debut seniornya di usia 17 tahun sebagai pemain pengganti saat FC Zurich menang 2-0 melawan Bellinzona. Setelah membela FC Zurich di 35 pertandingan, FC Zurich mengumumkan bahwa mereka telah menerima tawaran untuk Rodriguez dari Vfl Wolfsburg. Sebelum hengkang, Rodriguez memenangi penghargaan Pemain Terbaik pilihan para fans musim 2011-2012.
Rodriguez saat masih membela FC Zurich

Pada Januari 2013, Rodriguez resmi hijrah ke Wolfsburg dengan biaya transfer sebesar £7.5 juta dengan kontrak empat setengah musim. Ia melakoni debutnya bersama Wolfsburg saat mengalahkan FC Köln 1-0. Di musim pertamanya, Rodriguez langsung menjadi andalan di pos bek kiri Wolfsburg yang saat itu dilatih Felix Magath. Ia selalu bermain di setiap pertandingan Wolfsburg tanpa pernah sekalipun digantikan oleh pemain lain. Rodriguez mencetak gol perdananya bersama Wolfsburg pada musim 2013-2014 lewat tendangan bebas ke gawang Borussia Dortmund. Di musim tersebut Rodriguez mencatatkan 5 gol dan 9 assist. Torehan gol dan assist tersebut menjadi yang terbanyak diantara bek sayap lain di Eropa. Ia juga mencatatkan 2.3 umpan kunci per pertandingan menyamai Andrea Pirlo dan 2.6 dribble sukses per pertandingan melampaui Cristiano Ronaldo. Performanya ini menarik minat beberapa tim besar di Eropa. Rodriguez dikabarkan semakin dekat untuk hijrah menuju Internazionale Milan. Inter kabarnya sepakat dengan biaya klausul pelepasan Rodriguez sebesar €22 juta dan diperkirakan akan bergabung musim depan.Di Wolfsburg, Rodriguez sudah bermain di 157 pertandingan dan 20 gol. Ia juga mempersembahkan DFB Pokal atau Piala Jerman musim 2014-2015 dan Piala Super Jerman tahun 2015.

Di Tim Nasional, Rodriguez memulai debut seniornya di laga kualifikasi Euro 2012 menghadapi Wales. Sebelumnya saat di level junior, Ia pernah membawa Swiss juara Piala Dunia U-17 pada 2009. Di level senior, Rodriguez telah bermain di beberapa turnamen. Diantaranya adalah Olimpiade 2012, Piala Dunia 2014, dan yang terakhir Euro 2016. Di Euro 2016, Ia tak tergantikan di posisinya hingga Swiss berhasil menembus babak 16 besar. Namun, langkah Rodriguez dan Swiss harus terhenti karena kalah adu penalti dari Polandia. Rodriguez sampai saat ini sudah mengantongi 45 caps untuk Tim Nasional Senior. Ia juga adalah peraih gelar Pemain Terbaik Swiss tahun 2014.
Rodriguez saat membela Tim Nasional Swiss

Ricardo Rodriguez adalah bek kiri yang memiliki naluri menyerang yang lebih tinggi ketimbang bertahan. Ia sangat rajin melakukan overlap untuk memberikan crossing bagi rekan-rekannya dan juga sesekali menusuk ke dalam pertahanan lawan untuk melakukan shoot atau memberi umpan terobosan. Itu membuatnya terlihat seperti seorang sayap kiri dan gelandang serang. Satu lagi spesialisasi yang dimiliki Rodriguez adalah dalam mengeksekusi bola mati. Di Wolfsburg dan di Swiss Ia ditunjuk sebagai algojo bola mati. Karena itu Rodriguez kerap mencetak gol dari bola mati baik lewat penalti maupun tendangan bebas. Namun juga dalam bertahan, Ia bisa diandalkan saat melakukan duel satu lawan satu. Ketenangannya pun sangat efektif dalam menghalau serangan lawan. Manajer Wolfsburg saat itu Dieter Hecking pun memberikannya pujian sebagai bek kiri terbaik di Bundesliga.

Rodriguez juga terkenal dengan gaya rambut kuncirnya yang khas. Rambut kuncirnya ini tak pernah berubah dari saat ia masih membela FC Zurich hingga saat ini.

Dengan usia yang masih muda dan segala potensi yang dimilikinya, Ricardo Rodriguez memiliki kesempatan besar untuk menjadikan dirinya bukan hanya bek kiri terbaik di Bundesliga, melainkan yang terbaik di dunia.